Familiarization Trip ke Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil

Familiarization Trip ke Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil

Peserta familiarization trip, Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh
Peserta familiarization trip, Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh

Setelah sekian lama tidak menulis, baik itu sebagai kontributor maupun ini merupakan kali pertama Saya menulis artikel untuk Saya sendiri. Karena memang sebagian besar Saya menulis untuk kebutuhan orang lain maupun untuk bisnis yang pernah Saya berkecimpung di dalamnya. Nah, dalam kesempatan yang sangat dinantikan akhirnya Saya menulis di situs web Saya pribadi untuk pertama kalinya.

Tulisan pertama yang agak serius sedikit ini menceritakan pengalaman perjalanan pada saat Kegiatan Familiarization Trip ke Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh pada tanggal 7 Desember 2019 sampai dengan tanggal 10 Desember 2019. Saya akan memberitahukan gaya penulisan di awal ini sebagai jurnal yang berdasarkan hasil pengamatan langsung (observation partisipant) dan menjabarkan nya dalam bentuk opini pribadi dan menggunakan data terbuka di internet sebagai data pendukung.

 

Karena memang tujuan Saya membuat situs web personal rurydermawan.id ini memiliki satu halaman khusus yang dinamakan Jurnal. Halaman Jurnal sebagai bentuk kegemaran Saya dalam menulis sekaligus melakukan pengamatan langsung. Adapun topik yang akan Saya angkat pada artikel ini yaitu dari segi pariwisata di destinasi yang sudah Saya kunjungi. Selamat membaca dan yang terpenting, semoga bermanfaat.

Kisah Balik Perjalanan ke Aceh

Serambi Mekah dan Tanah Rencong merupakan sebutan khas untuk Provinsi Aceh sebagai Daerah Istimewa di Indonesia sesuai dengan UU Nomor 44 Tahun 1999. Secara geografis Provinsi Aceh merupakan ujung paling barat di Pulau Sumatra dan memiliki posisi yang sangat strategis. Memiliki pulau terluar dan terdepan yang bernama Pulau Rondo dan titik 0 kilometer nya Indonesia berada di Pulau Weh.

Perjalanan Kegiatan Familiarization Trip ke Pulau Banyak merupakan sebuah Kisah Balik Perjalanan Ke Aceh yang pernah dilakukan pada tahun 2003 – Sekitar kelas 1 SMP. Pada waktu Saya kesana itu, Indonesia sedang diberikan cobaan dengan daerah operasi militer (DOM) di Aceh dengan munculnya kelompok bersenjata yang ingin menuntut kemerdekaan. Perjalanan pun dilakukan dengan seorang diri saja karena penasaran dengan Aceh pada waktu itu.

Singkat cerita, perjalanan seorang diri (flash solo trip) dan pertama kali melakukan perjalanan jauh pula ditempuh dengan sangat aman dan terlindungi. Kurang lebih perjalanan 4 hari menggunakan jalur udara-darat. Melewati banyak pos pemeriksaan dari TNI dan masih dapat pengalaman seru, yaitu bus yang Kami gunakan ditembaki dari arah yang tidak diketahui – Perjalanan malam hari.

Selama melewati pos pemeriksaan TNI, seluruh penumpang diwajibkan diperiksa baik identitas maupun rencana mereka. Selama pemeriksaan sepanjang perjalanan Saya selalu berhasil (tidak ditanya maksud dan tujuan ke Aceh begitu juga ditanya identitas nya) dengan aman karena kenalan baru Saya yaitu seorang jurnalis yang hendak mencari berita terkini di Aceh pada saat kondisi DOM.

Sampai saat ini pun perjalanan Saya ke Aceh sangat berkesan dalam hidup. Teman kelas maupun satu sekolah pasti tahu Saya ke Aceh karena cukup heboh, soalnya Saya menjadi buronan pihak sekolah dan keluarga hahaha. Tapi, alhamdulillah semuanya aman ko dan sebenarnya kondisi seperti di atas sangat kasihan karena timbul korban dari berbagai pihak. Semoga Aceh damai selalu dan Indonesia dapat saling menguatkan satu sama lain sesama saudara nya ya.

Inilah kilas balik Saya tentang Aceh yang sungguh meninggalkan jejak pada diri sendiri. Terkadang sebuah perjalanan apapun bentuknya, akan selalu terkenang ketika kita dapat mengunjungi suatu destinasi tersebut kembali. Terlebih lagi daerah tersebut memiliki banyak cerita dan kita masuk ke dalam nya dengan sedikit banyak kita berkontribusi pada nya.

Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil

Familiarization Trip ke Pulau Banyak Aceh Singkil Provinsi Aceh. Foto oleh: Afri Rizki
Familiarization Trip ke Pulau Banyak Aceh Singkil Provinsi Aceh. Foto oleh: Afri Rizki

Kabupaten Aceh Singkil merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan dan sebagian wilayahnya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Kabupaten Aceh Singkil juga memiliki wilayah daratan yang menjadikannya daerah penghubung antara Banda Aceh – Medan – Sibolga dan kepulauan dengan pelabuhan transit untuk jalur barat Sumatra. Selain itu, wilayah Kepulauan Banyak langsung menghadap ke Samudra Indonesia sehingga dapat dikatakan Kabupaten Aceh Singkil memiliki Kepulauan Banyak terdapat pulau terdepan nya Indonesia dan di apit oleh Pulau Nias Sumatera Utara dan Pulau Simeulue Aceh.

Dapat dikatakan bahwa Kepulauan Banyak ini betul adanya karena memang betul banyak sekali pulaunya. Menurut informasi masyarakat setempat mengenai jumlah pulau sebelum tsunami mencapai 100 buah pulau, setelah tsunami masih ada sekitar 80 buah pulau. Dengan kondisi 5 pulau di huni oleh masyarakat dan 5 pulau dijadikan obyek wisata baik itu resort maupun taman wisata alam.

Pulau terbesar adalah Pulau Tuangku, Pulau Bangkaru, Pulau Ujung Batu dan Pulau Palambak Besar, Pulau BalaiPulau Baguk, Pulau Palambak Kecil dan Pulau Sikandang. Pulau yang digunakan untuk kepentingan wisata umunya tidak jauh dari sekitar Pulau Balai sebagai Kecamatan Pulau Banyak. Sedangkan Kecamatan Pulau Banyak Barat berpusat di Kecamatan Haloban Pulau Tuangku.

Adapun pulau yang dijadikan obyek wisata adalah Pulau Tailana, Pulau Asok, Pulau Rangit, Pulau Palambak, Pulau Panjang. Ada juga beberapa pulau yang memang memfasilitasi wisatawan mancanegara pada saat musim surfing seperti di Ujung Lolok Pulau Tuangku dan Pulau Bangkaru.

Tidak seperti Kepulauan Seribu di Kecamatan Jakarta Utara yang jumlah nya tidak mencapai seribu. Pulau Banyak menyimpan beragam potensi wisata yang jika di kelola dengan semestinya akan memberikan manfaat yang luas. Terlebih lagi jumlah pulaunya yang mencapai puluhan dan tentunya masih banyak yang harus dilakukan secara gotong royong antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Dengan letak nya berada di serambi Samudra Hindia, maka akan terlintas pertanyaan bagaimana aksesbilitas menuju ke sana?

Aksesbilitas Menuju Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil

Dermaga Kecamatan Pulau Balai, Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Foto oleh: Rury Dermawan
Dermaga Kecamatan Pulau Balai, Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Foto oleh: Rury Dermawan

 

Untuk menuju ke Kepulauan Banyak Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh sementara ini (Desember, 2019) dapat di akses dari 3 titik kedatangan melalui udara jika Anda berasal dari luar Aceh. Pertama, Kualanamu International Airport – Deli Serdang Sumatra Utara dengan jarak tempuh menggunakan kendaraan roda 4 selama 8-10 jam. Kedua, dari Aceh Airport melalui Banda Aceh dengan menggunakan kendaraan roda 4 selama 10-12 jam. Ketiga, dari Silangit Airport – Sumatra Utara dengan menggunakan kendaraan roda 4 selama 4-5 jam. Sementara yang paling efektif dan efisien adalah melalui pintu kedatangan melalui Kualanamu Airport, Sumatera Utara.

Sesampainya di kota Singkil baiknya usahakan malam hari hingga tengah malam supaya dapat istirahat terlebih dahulu di penginapan yang ada di Singkil. Lalu pada keesokan harinya, Anda dapat melanjutkan perjalanan kembali pada penyeberangan pagi hari menuju Kecamatan Pulau Banyak di Pulau Balai. Perjalanan melalui laut dengan perahu kayu bermesin tempel hingga ferry dapat ditempuh selama 2-4 jam.

Untuk memudahkan Anda menjelajahi potensi wisata yang ada di Kepulauan Banyak, dapat menggunakan kapal kayu bermesin dengan isi 8-10 orang per-kapal. Sebagian besar operator kapal kayu juga dapat menjadi pemandu ke pulau-pulau yang bagus dan lokasi menginap sesuai dengan budget Anda. Karena lokasi nya berada di kepulauan, ada baiknya untuk menjelajahi ke Kepulauan Banyak pada bulan 4-8.

Nah, sebenarnya 2 tahun lalu sudah pernah aktif penerbangan langsung dari Medan menuju Singkil dengan pesawat perintis. Namun sekarang, bandara tersebut dinonaktifkan hingga tahun 2020 ada rencana untuk membuka kembali bandara tersebut untuk melakukan penambahan landasan pacu agar dapat didarati pesawat dengan kapasitas 60-80 seat.

Potensi Pariwisata di Kabupaten Aceh Singkil

Provinsi Aceh menyimpan potensi wisata alam baik di bahari nya maupun di daratan nya. Tidak terkecuali Kepulauan Banyak di Kabupaten Aceh Singkil. Saya diberikan kesempatan untuk mengunjungi Pulau Banyak diantaranya:

1. Pusat kota Kabupaten Aceh Singkil sebagai pintu masuk dari dan menuju 2 Kecamatan Kepulauan Banyak. Sarana pelabuhan menggunakan kapal laut ferry dan dermaga kecil perahu tradisional tersedia. Kantor pemerintahan seperti kantor bupati, masjid besar, akomodasi penginapan sekelas melati dan berbagai macam warung makan dan tempat nongkrong ada.

2.   Tidak jauh dari pusat kota kabupaten, terdapat salah satu tujuan wisata yaitu Rawa Singkil yang terletak di Kampung Rantau Gedang. Daya tarik nya adalah ekowisata ke rawa yang sangat kaya akan flora dan fauna. Melihat langsung ekosistem rawa yang kompleks menjadi seru karena kehadiran orang hutan dan burung-burung migrasi di waktu yang tepat membuat kegiatan ekowisata menjadi pengalaman yang di cari!

3.    Pulau Balai sebagai Kecamatan Pulau Banyak. Di sini merupakan pusat kegiatan dari aksesbilitas transportasi, akomodasi, logistik untuk konsumsi, fasilitas kesehatan publik, pelabuhan dan dermaga, menara telekomunikasi, SPBU, pusat administrasi kecamatan, layanan jasa wisata dan lainnya.

4.    Pulau Tailana, Pulau Palambak, Pulau Panjang sebagai pulau wisata yang sudah menyediakan akomodasi berupa cottage eco-friendly dan ramah lingkungan. Disekitaran pulau juga memiliki perairan laut yang jernih dan bersih didominasi dengan terumbu karang dan pasir yang putih. Tidak luput juga pepohonan kelapa yang siap untuk dinikmati kesegaran buah nya.

5.    Pulai Rangit dengan bangunan mercusuar nya dapat dikunjungi untuk melihat lansekap sekitar Pulau Rangit. Seharusnya lebih di jaga lagi dan memikirkan arsitektur yang lebih ramah dengan alam. Karena nyatanya bangunan yang baru 6 tahun ini sudah seperti bangunan puluhan tahun yang tidak terawat. Tetapi bersyukur bahwa pemandangan alam nya benar-benar indah.

6.    Keramah tamahan masyarakat sekitar sungguh terasa walaupun Saya tidak terlalu banyak berkomunikasi. Tetapi beberapa masyarakat dengan senang bercerita tentang pulau mereka dan aktivitas mereka. Biasanya interaksi ini terjadi saat berada di tempat makan atau tempat minum kopi hingga di tempat akomodasi di Pulau Balai.

Secara garis besar, wisata yang potensial untuk dikembangkan adalah wisata bahari dan wisata kuliner laut. Terdapat dive centre di Pulau Banyak yang menyediakan peralatan selam diantaranya terdapat di Pulau Tailana dan Pulau Panjang, tetapi hanya pada bulan-bulan tertentu di buka nya mengikuti waktu terbaik untuk menyelam. 

Familiarization Trip Aceh Singkil

Peserta familiarization trip
Peserta familiarization trip

Tujuan dan target kegiatan adalah untuk memperkenalkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Aceh Singkil salah satunya adalah Kepulauan Banyak dan Rawa Singkil. Setelah adanya perkenalan destinasi wisata diharapkan peserta yang merupakan pengusaha pariwisata ini dapat menjual dan mendatangkan wisatawan sesuai dengan segmentasi pasar nya. Selain itu yang tidak kalah penting adalah sebagai ajang silaturahmi sesama organisasi.

Adapun peserta kegiatan terdiri dari berbagai daerah dan perusahaan pengusaha pariwisata. Di bawah ini adalah para peserta yang ikut serta dalam kegiatan Familiarization Trip ke Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil:

  1. Faisal: Traverious Tour & Travel – Kota Banda Aceh (www.traverious.co.id),

  2. Afri Rizki: Banda Aceh,

  3. Cahaya Natalie Ginting: Cahaya Bintang Holidays – Kota Medan (www.cahayabintangtour.com),

  4. Merry: Cahaya Bintang Holidays – Kota Medan (www.cahayabintangtour.com),

  5. Febriantoro Wibowo: Atour – Jakarta,

  6. Hanz Hanura: Hall 36 Tour & Travel – Kota Bandung (hall36tourstravel@gmail.com),

  7. Nong Ima: Nong Ima Cahaya Nusantara Tour & Travel – Kota Serang,

  8. Ratih W Nurrasa: D’Sun Tour & Travel – Kota Bekasi (www.mataharikita.com),

  9. Nur Syafatin Safie: Routers Tours & Travel Sdn. Bhd – Penang, Malaysia (www.speedmex.com.my),

  10. Yeni Ismady: Felicita Tours & Travel DMC; Kingfisher Resort – Kota Padang,

  11. Joseph Sugeng Irianto: Rex Tours & Travel – Kota Bandung,

  12. Rury Dermawan: Travacello Tours & Travel – Jakarta (www.travacello.com).

 

Feedback, Kesan dan Pesan

Secara keseluruhan mengenai potensi wisata di Kabupaten Aceh Singkil khusus nya di pulau-pulau yang dikunjungi dalam keadaan yang sangat baik dan indah. Kami menikmati perjalanan yang disediakan oleh Bang Faisal sebagai panitia penyelenggara program Familiarization Trip ke Pulau Banyak  mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Sepertinya masih banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan dan dijelajahi, hanya saja perlu waktu khusus untuk mengunjungi itu semua.

Pendapat para peserta Familiarization Trip ke Kepulauan Banyak sebagian besar memberikan perhatian khusus kepada akses dari dan menuju Aceh Singkil yang cukup jauh yaitu 8-10 jam perjalanan darat (roda empat – Elf 18 seat) dari Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Karena memang para peserta mempunyai umur diatas 35 tahun. Jika masih milenial tentunya akan menjadi pengalaman yang seru karena dapat mengunjungi destinasi wisata di sepanjang perjalanan, terutama di daerah Sidikalang, Brastagi bahkan Danau Toba.

Pembangunan bandara akan berpengaruh kepada kemudahan kunjungan dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan dan dapat digunakan untuk wisatawan lebih lama menghabiskan waktunya di Pulau Banyak. Tentunya menjaga kesehatan juga karena dampak dari kelelahan di perjalanan. Semoga saja rencana mengaktifkan kembali bandara Aceh Singkil dapat terlaksana.

Di waktu yang akan mendatang. Pertimbangan mengenai faktor keselamatan juga ikut menjadi perhatian mulai dari pemilihan transportasi yang baik, akses jalan dari Deli Serdang-Singkil semoga semakin baik, peralatan keselamatan di perahu sudah disediakan, pemilihan waktu yang baik untuk berkunjung dan, ketepatan waktu yang tertata dengan lebih baik lagi (supaya bisa jelajah pulau lebih banyak sih hahaha).

Karena Kami tidak merasakan menginap di cottage, sementara ini Saya belum dapat memberikan ulasan mengenai hal tersebut. Namun, tampak dari luar sepertinya akan seru banget kalau menginap di cottage dan merasakan ‘menyepi’ di Pulau Banyak. Untuk kebutuhan listrik di setiap pulau menggunakan genset berbahan bakar solar. Sedangkan kebutuhan jaringan telekomunikasi dan internet sudah sangat baik dan lancar jika menggunakan penyedia seperti Telkomsel dan Three.

Utusan Perwakilan Dari Travacello

Travacello.com
Travacello.com

Saya dimintai bantuan sebagai senior accociate oleh Travacello.com, dimana pada kesempatan kali dapat mengunjungi Pulau Banyak di Aceh Singkil. Saya mengucapkan terima kasih keapda Mas Jonathan sebagai CEO Travacello. Karena dipercaya untuk mewakili perusahaan nya dalam kegiatan Familiarization Trip ke Pulau Banyak.

Tak pernah ragu bahwa ucapan akan benar menjadi doa dan kemungkinan terkabul pun ada. Dahulu pada tahun 2015 Saya begitu tertarik ke Pulau Banyak. Walupun Saya tidak mengunjungi pulau terluar nya, tetapi alhamdulillah sudah sampai di Pulau Banyak!

Travacello merupakan salah satu dari tour operator yang khusus kepada program wisata alam dan budaya. Selain itu style nya cocok banget untuk kaum milenial dan ingin mendapatkan pengalaman lebih dari berbagai program wisata nya. Memang sebagian besar program wisata nya lebih ke Indonesia bagian timur. Oleh karena itu, dalam program Familiarization Trip ke Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh, semoga Travacello membuat program yang menarik untuk para konsumen nya.

Oh ya, jika Anda sudah mempunyai rencana ingin berlibur di akhir tahun ini coba deh main ke situs web nya Travacello di www.travacello.com, siapa tau ada promo menarik di akhir tahun! Jangan mau ketinggalan informasi nya juga dan terus kepoin akun Instagram nya di @Travacello.

Sampai Bertemu Di Kesempatan Berikutnya

Transportasi masyarakat di Rawa Singkil, Aceh Singkil Provinsi Aceh. Foto oleh: Rury Dermawan
Transportasi masyarakat di Rawa Singkil, Aceh Singkil Provinsi Aceh. Foto oleh: Rury Dermawan

Saya atas nama perwakilan dari Travacello mengucapkan
Terima Kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh dan Dinas
Kebudayaan (@disbudpar_aceh) dan Pariwisata Kabupaten Aceh
Singkil atas terselenggaranya acara 
Familiarization Trip ke Pulau
Banyak, Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh
 tanggal 7-10 Desember
2019. Tidak luput juga kepada rekan-rekan pengusaha pariwisata Indonesia dan
Malaysia sudah silaturahmi dan sudah membuat pengalaman perjalanan bersama yang
menyenangkan dan berkesan. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya!

Semoga Provinsi Aceh dapat membuat pariwisata Aceh
lebih maju dan bersaing dan unggul. Semoga para pengusaha dapat mendatangkan
wisatawan nya ke Pulau Banyak, Aceh Singkil. Jika ada undangan #FamTrip lagi
boleh untuk berkabar ya! J

———————————————————————–

*Tulisan ini di buat pada tanggal 20
Desember 2019 Pukul 14:59 WIB di Bekasi Jawa Barat, Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *